Saturday, September 12, 2015

jurnalistik : public relation


Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002).
Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karena public relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7).
Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa “public relation adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (2002, p.145). Sedangkan Marston mengatakan “public relation adalah suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat” (1999, p.1). Scholz (1999,p.2) mengatakan bahwa “public relation adalah suatu perencanaan yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai keuntungan pada kedua belah pihak”.
Pengertian public relation secara umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum
Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya. Crystallizing
Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi yang mengurusi hubungan antara suatu perusahaan dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan itu (Widjaja,2001).
2. Pengertian Khusus
Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002). Dalam buku dasar-dasar public relation (Wilcox dan Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa “public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests”. yang kurang lebih memiliki arti public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.

Tujuan Public Relation
Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).

Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
b. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
c. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
e. Mendukung bauran pemasaran.

Jefkins (2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
b. Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
c. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
d. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru.
e. Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
f. Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.
g. Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.
h. Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.
i. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
j. Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
k. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
l. Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara.
m. Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
n. Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.
Secara keseluruhan tujuan dari public relation adalah untuk menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007). Selain itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).

Fungsi Public Relation

Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi
dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black, 2002).


tags:

Thursday, September 10, 2015

jurnalistik : human relation

A. Pengertian Human Relation

Human relation dalam bahasa Indonesia ada yang menerjemahkan menjadi” Hubungan manusia” dan ada pula yang mengalibahasakan menjadi “hubungan antar manusia”. Baik dalam istilah “ hubungan manusia “ maupun” dalam pengetian wujud manusia ( human Being), melainkan dala makna proses rohaniah yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarka watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkahlaku, dan aspek kejiwaan yang terdapat pada diri manusia. Olehnya itu , terjemahan yang paling mendekati makna dan masud human relation adalah hubungan manusiawi atau hubungan insani.
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada pendapat beberapa ahli mengenai pengertian hubungan human relation ini.
Tidak mudah untuk menerjemahkan istilah Human Relations ke dalam bahasa Indonesia. Ada yang menerjemahkannya menjadi hubungan manusia, tetapi ada juga yang menerjemahkan menjadi hubungan antar manusia.
Memang secara harafiah kedua terjemahan itu tidak salah, namun keduanya tidak mengandung makna dari human relations itu sendiri. Pengertian itu seolah hanya menunjukkan bahwa human relations adalah ilmu tentang cara pergaulan antar manusia, hubungan antara orang yang satu dengan yang lain atau bahkan sebagai teknik memperlakukan orang lain (termasuk bawahan) untuk manfaat diri sendiri atau pimpinan organisasi semata-mata.
Haloran, 1978 (Liliweri, 2004 : 239), bahwa Human Relations adalah studi tentang interaksi antarmanusia dalam organisasi untk mencegah, mengurangi terjadinya konflik dalam lingkungan kerja.
R. F. Maier (Effendy, 1993 : 141), dalam bukunya Principle of Human Relations, mengatakan bahwa hubungan manusia dapat dilakukan untuk menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi, meniadakan salah pengertian dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabiat manusia. Keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi sangat ditentukan oleh sumber daya manusia. Dengan kata lain, manusia merupakan modal berharga dan sangat menentukan bagi suatu organisasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Burleight Garner dan David Moore dalam buku Human Relations and Industry, mengemukakan bahwa kekuatan suatu organisasi terletak pada manusianya, bukan pada sistem, teknologi, prosedur atau sumber dana (Effendy, 1990 : 17).

Selain itu harus disadari bahwa setiap individu memiliki perbedaan dalam segala hal yang mungkin akan menimbulkan pertentangan dalam organisasi. Dalam hal ini pimpinan bertanggung jawab menciptakan kondisi kerja yang kondusif. Dari pengertian diatas, dapat dipahami bahwa human relations membahas hubungan manusia dengan kerja pada satu organisasi yang mempunyai pengaruh pemanfaatan timbal-balik. Manusia harus berguna bagi pelaksanaan suatu kerja dan sebaliknya kerja itu bermanfaat bagi manusia, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara seimbang dengan tercapainya tujuan manusianya.
Pengertian human relations menurut Abdurrachman adalah : “Human Relations adalah interaksi dari orang-orang kedalam suasana kerja dengan memotivasi, mereka akan bekerja bersama-sama secara produktif, kooperatif dengan kepuasan baik mengenai segi ekonominya maupun psikologis dan sosialnya. Human Relations yang efektif adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan orang-orang itu, memberikan kepuasan kepada mereka dengan batas-batas kemampuan badan itu.” (Abdurrachman, 1983, 81).
Sedangkan pengertian human relations menurut Musanef adalah : “segala hubungan baik yang bersifat formal maupun informal yang dijalankan oleh atasan terhadap bawahan, oleh bawahan terhadap sesama bawahan, oleh atasan terhadap atasan dalam usaha memupukkan suatu kerjasama yang intim dan selaras guna mencapai tujuan yang telah di tetapkan”. (musanef 1996 : 75)
Sedangkan, The Liang Gie (1978), mengemukakan bahwa Human Relations adalah adanya suatu interaksi, bukan sekedar relasi atau hubungan yang pasif, melainkan suatu aktivitas yang merupakan ‘action orianted’ untuk mengembangkan hasil yang lebih produktif dan memuaskan.
Di sisi lain, Stan Kossen mengartikan Human Relations sebagai telaah perilaku manusia dan antar hubungannya dalam organisasi dengan tujuan menggabungkan kebutuhan-kebutuhan dan sasaran-sasaran pribadi dengan kebutuhan-kebutuhan dan sasaran-saran organisasi secara menyeluruh.
Tidak hanya itu, Eduard C. Lindeman dalam bukunya yang berjudul The Democratic Way of Life juga mengatakan bahwa hubungan manusiawi adalah komunikasi antarpersona untuk membuat orang lain mengerti dan menaruh simpati.

Akan tetapi ada pula yang menerjemahkan Human Relations sebagai hubungan manusia, bukan hubungan manusiawi. Menurut Onong, hal tersebut tidak terlalu salah karena yang berhubungan satu sama lain adalah manusia. Ia menambahkan:
“Hanya saja (Human Relations) di sini sifat hubungan tidak seperti orang berkomunikasi biasa, bukan hanya merupakan penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain, tetapi hubungan antar orang-orang yang berkomunikasi itu mengandung unsur-unsur kejiwaan yang sangat mendalam.” (Onong, 2001: 138)

Cabot dan Kahl (1967): HAM adalah suatu sosiologi yang konkret karena meneliti situasi kehidupan, khususnya masalah interaksi dengan pengaruh dan psikologisnya. Jadi, interaksi mengakibatkan dan menghasilkan penyesuaian diri secara timbal balik yang mencakup kecakapan dalam penyesuaian dengan situasi baru.
H. Bonner (1975): interaksi adalah hubungan antara dua atau lebih individu manusia dan perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, dan memperbaiki perilaku individu lain atau sebaliknya.

Keith Davis “Human Relation at Work” adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan. Ditinjau dari kepimpinannya, yang bertanggungj awab dalam suatu kelompok merupakan interaksi orang-orang menuju situasi kerja yang memotivasi untuk bekerjasama secara produktif, sehingga dicapai kepuasan ekonomi, psikologis dan sosial.
Ferdinand Tonnies: menyatakan bahwa manusia dalam bermasyarakat mempunyai dua jenis pergaulan yaitu: (1) Gemeinscaft, hal yang dialami oleh orang lain dirasakan sebagaimana terjadi pada dirinya olek karena pergaulannya yang sangat akrab. Sifatnya statis, pribadi, tidak rasional; (2) Gessellscaft, pergaulan yang mempertimbangkan untung dan ruginya sehingga anggota bebas keluar masuk dari kelompok tersebut.
Menurut Wursanto ( 1987) human relation adalah :

Istilah hubungan kemanusiaan sering disebut juga hubungan antra manusia. Kata istilah tersebut terjemahan dari kata human relation.hubngan antara manusia, memandang amnesia dalam bentuk wujudnya saja atau secara lahirnya saja, sebaliknya dalam hubungnan kemanusiaan yakni memeandang manusia bukan saja dari wujudnya saja, tetapi dair segi sifatnya, wataknya, sikapnya, tingkahlakunya, kepribadiannya, dan berbagai aspek kejiwaan lainya yang ada pada diri manusia. Dengan demikian titik berat pada hubungan kemanusiaan yaitu dari segi manusianya.

Jadi istilah human relation adalah terjemahan kata hubungan kemanusiaan yang bersifat rohaniah dengan memperhatikan aspek-aspek kejiwaan yang ada didiri manusia misalnya: watak, sikap, tingkahlaku, peramai, dan lain-lain aspek kejiwaan yang terdapat dalam diri manusia. Secara ringkas sebenarnya studi human relations memusatkan perhatian pada dua tema, yaitu memperbesar produktivitas dalam pekerjaan dan mempebesar kepuasaan manusia dalam organisasi. Jadi sebenarnya dalam human relations kita berbicara tentang pola-pola perilaku dalam organisasi
Menurut Zinun ( 1984) mengatakan bahwa :
Human relatiom sebagai suatu lapangan dari kegiatan manajemen, lebih merupakan proses pengintegrasian manusia pada alam suatu situasi kerja sehingga mereka dapat didorong untuk bekerja sama secara produktif guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, human relation adalah penyatuan manusia dalam hal ini, penyatuan kedalam situqasi kerja sehingga tercipta kerja sama yang abaik dalam upaya pencapain tujuan organisasi.

Pengertian diatas menekankan pada proses hubungan kerja sama antara orang-orang yang ada didalamnya atau orientasi kegiatan yang dilakaukan bersama-sama dalam usaha pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Jadi human relation menyangkut persoalan mengenai hubungan antara manusia dengan pekerjaannya.
Menurut Effendy (1993), human relation yaitu :
Ada dua pengertian hubungan manusiawi, yakni hubungan manusiawi dalam arti luas dan hubungan manusiawi dalam arti sempit.
a. Hubungan Manusia Dalam Arti Luas

Dalam arti luas, human relation adalah komonikasi persuasive yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dlam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan sehingga menimbulkan kebahagian dan kepuasan hati kedua belah pihak.
Hubungan manusiawi dalam arti luas ialah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan. Jadi, hubungan manusiawi dilakukan dimana saja: di rumah, di jalan, dalam bis, dalam kereta api, dan sebagainya. Berhasilnya seseorang dalam melakukan hubungan manusiawi ialah karena ia bersifat manusiawi: ramah, sopan, hormat, menaruh penghargaan, dan lain-lain sikap yang bernilai luhur.

Bahwa manusia harus bersikap demikian sebenarnya bukanlah hal yang luar biasa sebab secara kodratiyah, selain homo sapiens sebagai makhluk berpikir yang membedakannya dnegan hewan, manusia juga merupakan homo socius, makhluk bermasyarakat. Tidak mungkin ia hidup tanpa orang lain. Dan sebagai makhluk sosial, ia harus berusaha menciptakan keserasian dan keselarasan dengan lingkungannya.

Sebagai anggota masyarakat, manusia hidup dalam dua jenis pergaulan yang oleh Ferdinand Tonnies disebut Gemeinschaft dan Gesellschaft. Dalam Gemeinschaft seseorang bergaul dalam suatu kehidupan yang sangat akrab, sedemikian akrabnya sehingga penderitaan atau kebahagiaan yang dialami oleh orang lain dirasakan olehnya seperti penderitaan atau kebahagiaannya sendiri. Kehidupan keluarga atau kehidupan berteman yang sangat akrab termasuk ke dalam Gemeinschaft. Ciri lain dari Gemeinschaft ialah bahwa seorang anggota Gemeinschaft tidak bisa keluar masuk masyarakat itu menurut kemauannya saja. Seorang ayah, umpamanya, walau apapun yang terjadi, tetap ayah dari anak-anaknya. Ia tidak bisa membebaskan diri dari status ayah itu. Sifat pergaulan hidup Gemeinschaft ialah statis-pribadi-tak rasional. Dikatakan statis karena pergaulan hidup dalam masyarakat demikian tidak banyak mengalami perubahan. Interaksi yang terjadi dalam suatu rumah tangga setiap hari antara ayah, ibu, dan anak tidak mengalami dinamika. Sifatnya pribadi (personal). Jika terjadi perselisihan, dapat diselesaikan dengan segera. Tidak rasional maksudnya tidak ada tata cara yang mengatur pergaulannya.

Lain sekali dengan pergaulan hidup dalam Gesellschaft, yakni kehidupan dalam suatu organisasi yang sifatnya dinamis, tidak pribadi dan rasional. Dinamis artinya hubunganya dengan orang banyak bergantian. Tidak pribadi artinya tidak akrab sehingga jika terjadi benturan psikologis, tidak mudah menyelesaikannya. Rasional artinya ada aturan-aturan ketat yang mengikat. Dalam Gesellschaft orang bergaul berdasarkan perhitungan untung rugi. Seseorang baru memasuki pergaulan hidup Gesellschaft apabila diperkirakan ada keuntungan baginya. Ia juga bebas masuk dan keluar dari Gesellschaft sesuai dengan ada tidaknya pamrih padanya. Akan tetapi pergaulan hidup seperti yang dikemukakan Ferdinand Tonnies itu sebenarnya hanyalah tipe-tipe ideal. Pada kenyataannya tipe-tipe ekstrem 100% tidaklah mutlak ada, yang ada hanyalah tekanan atau titik berat pada salah satu dari jenis pergaulan hidup itu. Artinya: jika titik beratnya rasio, dinamakan Gesellschaft; jika titik beratnya perasaan, dinamakan Gemeinschaft. Dalam Gesellschaft tujuan pergaulan lebih banyak ditekankan pada keuntungan; dalam Gemeinschaft untuk mendapat hubungan kekeluargaan atau kekerabatan. Kalaupun dalam Gemeinschaft ada keuntungan yang dapat diperoleh, keuntungan itu datang dengan sendirinya; dalam Gesellschaft datang karena kewajiban yang dipaksakan dari luar. Dalam Gemeinschaft kewajiban datang bukan dari luar, melainkan dari dalam diri pribadi. Apa pun sifat pergaulan itu, apakah Gemeinschaft atau Gesellschaft, tujuan hubungan manusiawi adalah pemusatan hati masing-masing yang terlibat dalam kegiatan itu.
Eduard C. Lindeman dalam bukunya yang terkenal, The Democratic Way of Life, mengatakan bahwa “Hubungan manusiawi adalah komunikasi antar persona (interpersonal communication) untuk membuat orang lain mengerti dan menaruh simpati”. Orang akan menaruh simpati jika dirinya dihargai. Dalam hubungan ini William James, seorang ahli ilmu jiwa dari Harvard University, Amerika Serikat mengatakan bahwa “tiap manusia dalam hati kecilnya ingin dihormati dan dihargai”.

Dalam pada itu, Keith Davis mengatakan bahwa human dignity (harga diri) merupakan etika dan dasar moral bagi hubungan manusiawi. Hasil penyelidikan mengenai personal wants (keinginan pribadi) telah menunjukkan bahwa tiap manusia ingin diperlakukan sebagai human being (manusia) dengan respect (kehormatan) dan dignity (penghargaan). Agar seseorang merasa bahwa dirinya dihargai sebagai layaknya manusia dapat ditunjukkan dengan berbagai cara bergantung pada situasi, kondisi, dan tujuan dilakukannya human relations itu.
b. Hubungan Manusia Dalam Arti Sempit

Dalam arti sempit, human relation adalah komonikasi persuasive yang dilakukan oleh seseoramng kepada orang lain dlam situasi kerja ( work siti\uation) dan dalam organisasi kekaryaan (work organization) dengan tujuan untuk menggugah kegairahan dan kegiatan bekerja dengan semangat bekerja sama yang produktif dengan perasaan bahagia dan puas hati.
Hubungan manusiawi dalam arti sempit adalah juga interaksi antara seseorang dengan orang lain. Akan tetapi interaksi di sini hanyalah dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan (work organization).

Dipandang dari sudut pemimpin yang bertanggung jawab untuk memimpin suatu kelompok, hubungan manusiawi adalah interaksi orang-orang yang menuju satu situasi kerja yang memotivasikan mereka untuk bekerja sama secara produktif dengan perasaan puas, baik ekonomis, psikologis, maupun sosial.” Demikian kata Keith Davis dalam bukunya, Human Relations at Work. Dikatakan oleh Keith Davis selanjutnya bahwa hubungan manusiawi adalah seni dan ilmu pengetahuan terapan (applied arts and science). Jelas bahwa ciri khas hubungan manusiawi adalah interaksi atau komunikasi antarpersona yang sifatnya manusiawi. Karena manusia yang berinteraksi itu terdiri atas jasmani dan rohani yang berakal dan berbudi yang selain merupakan makhluk pribadi juga makhluk sosial maka dalam melakukan hubungan manusiawi kita harus memperhitungkan diri manusia dengan segala kompleksitasnya itu.

Seperti telah disinggung di muka, dalam organisasi kekaryaan manusia merupakan strategic component karena mempunyai peranan yang sangat penting. Organisasi kekaryaan dewasa ini cenderung menganut filsafat yang people centered yakni bahwa dalam organisasi kekaryaan manusia bukan pelaksanaan atau alat produksi belaka melainkan merupakan faktor pendorong dalam mencapai tujuan. Hubungan manusiawi dalam organisasi kekaryaan inilah yang banyak dipelajari, diteliti dan dipraktekkan di negara-negara yang sudah maju sebab faktor manusia ini sangat berpengaruh pada usaha mencapai tujuan organisasi: dapat memperlancar, dapat juga menghambat. Dengan hubungan manusiawi, para pemimpin organisasi dapat memecahkan masalah yang timbul dalam situasi kerja karena faktor manusia, bahkan selanjutnya dapat menggairahkan dan menggerakkannya ke arah yang lebih produktif.

Sejak awal kehidupan, manusia diciptakan untuk hidup bersama. Setiap manusia mempunyai ayah dan ibu yang melahirkan, memelihara dan membesarkannya. Karena setiap manusia mempunyai ayah dan ibu maka dia pasti mempunyai kakek dan nenek, paman dan bibi serta saudara dan saudari. Hubungan kekeluargaan itu dapat diperluas ke lingkungan di luar kerabat keluarga, misal hubungan dengan lingkungan tetangga, sekolah dan organisasi sosial.

Jadi, human relation dalam arti luas merupakan komunikasi yang dilakukan di saja, baik di rumah, di jalan, di pasar dan dalam berbagai kesempatan, sedangkan dalam arti sempit, di maksudkan sebagai komunikasi yang dilakukan dalam situasi formal. Dengan demikian, dalam human relation, aspek komunikasi harmonis sangat di perlukan agar human relation yang berlangsung betul-betul memiliki dampak yang bersifat positif terdapat kelancaran kerja karyawan.

Dari berbagai pengertian dan pendapat di atas, dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya human relation keseluruhan hubungan (interaksi) yang dilakukan yang bersifat rohaniah yang terjadi antara orang yang terlibat dalam organisasi dalam rangka penyelesaian tugas dan tanggung jawab dengan tetap memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan yang di miliki setiap individu, sehingga tujuan organisasi yang telah di tetapkan dapat terwujud. Yang terpenting dalam human relation adalah terdapatnya hubungan (interaksi) komunikatif persuasif dan kedua belapihak merasa hatinya puas, yang merupakan aspek manusiawi dari human relati

tags :
pengertian human relation
makalah human relation
human relation dalam organisasi
artikel human relation
contoh human relation
buku human relation
kumpulan makalah human relation
definisi human relation

Wednesday, January 21, 2015

Jurnalistik : Belajar menjadi kameramen yang handal

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Kameramen / Direktur Fotografi? "Jika Anda mencari karir yang menarik dan sangat bermanfaat, kemudian menjadi Cameraman / DOP. itu adalah sesuatu yang harus anda fikir dan kembangkan. Jika Anda memiliki kepentingan dalam perjalanan di seluruh dunia, dengan menggunakan campuran keterampilan kreatif dan teknis, seperti bertemu dengan orang-orang terkenal dan menarik mungkin? ataupun melakukan pekerjaan yang memuaskan dan mendapatkan penghasilan besar?

Saatnya disini anda harus belajar mencari tahu rahasia. Cara Menjadi seorang Kameramen.


Perhatikan dan pelajari Langkah-langkah di bawah ini!

1. Terus belajar. Kenapa demikian? Setiap hari adalah hari sekolah. Berarti setiap hari Anda harus belajar sesuatu yang baru. Ini adalah pola pikir yang terbaik untuk mengadopsi dan tahan saat Anda bergerak maju dengan karir Anda. Orang-orang dapat mengadopsi pola pikir belajar dengan cepat akan belajar keterampilan baru dan bergerak maju, sementara mereka yang berpikir sudah tahu semuanya, akan jatuh di belakang. Meskipun hal ini mungkin benar di banyak daerah, itu adalah sesuatu yang Anda tidak bisa mengabaikan yang selalu berubah, itu mencakup dunia yang dinamis dari Cameraman tersebut.

2. Memiliki 'Good Eye'. Ini berarti memiliki kemampuan untuk melihat gambar yang baik atau peluang menembak. dan tentunya harus mampu untuk membingkai tembakan. sebab ini adalah cara mengetahui dan membedakan antara apa yang terlihat baik dan apa yang tidak baik. Hal ini dapat dipelajari dengan waktu, tetapi banyak orang memiliki keterampilan lebih alami daripada yang lain. Jika itu adalah Anda, maka Anda akan memiliki karir yang solid sebagai Cameraman.

3. Mampu bekerja dengan cepat (dan yang paling penting tenang) di bawah tekanan. Anda telah disusun selama masa stres dan selalu memiliki senyum di wajah Anda. Anda lihat, peran Cameraman bisa sangat stres karena kendala saat Anda menembak. Jika Anda menembak adegan dan memiliki sedikit waktu untuk mendapatkan gambar yang sempurna, maka Anda harus percaya diri dan tenang pada saat yang sama. Anda harus menjaga profesional berpose sambil memastikan bahwa Anda mendapatkan pekerjaan yang dilakukan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa para fotografer yang paling sukses adalah dai yang bisa memahami dan melaksanakan.

4. Mampu bekerja sendiri dan juga mampu bekerja dalam tim. Anda harus mampu memotivasi diri sendiri dan orang di sekitar Anda. Anda harus bisa mendapatkan teman baik dengan semua jenis, karena kepribadian orang sungguh sangatlah berbeda, dengan hal tersebut anda akan menemukan orang-orang dari semua lapisan masyarakat, dan pendapat dari karakter yang berbeda. dan pastinya menjadi Kameramen itu harus bisa mengelola dengan antusias, bergairah, positif, dan berpikir terbuka hingga bisa menentukan sebuah hal atau tindakan.

5. Selalu dalam permintaan dan dampak positif terhadap produksi. Karena Memiliki positif dapat melakukan sikap, dan hal tersebut akan selalu menempatkan Anda di depan persaingan.

6. tidak ada masalah. Sebagai Kameramen, Anda akan terus menemukan masalah yang perlu dipecahkan. Anda harus bisa tetap tenang dan mengatasi situasi. Sebab itu akan selalu menjadi faktor dalam profesi Anda sehingga Anda perlu mengembangkan keterampilan ini di awal karir Anda. dan Keterampilan itu sendiri akan benar-benar membedakan yang terbaik dari yang lain.

Tuesday, January 20, 2015

Jurnalistik : Pengertian broadcasting



Broadcast adalah suatu proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik melaluisatelit, radio, televisi, komunikasi data pada jaringan dan lain sebagainya, dan bisa juga didefinisikan sebagai layanan server ke client yang menyebarkan data kepada beberapa clientsekaligus dengan cara paralel dengan akses yang cukup cepat dari sumber video atau audio.

Pendidikan broadcast meliputi :
1.Presenter
2.Kameramen
3.Wartawan media
4.Dunia perfilman, seperti: sutradara, produser, editing dll


1. Presenter :


Presenter, atau host adalah orang atau organisasi yang bertanggung jawab untuk menjalankansebuah event. misalnya, mungkin menjadi presenter atau host dari pameran. Demikian juga,seorang master upacara (juga MC, pembawa acara, atau host) adalah orang yang host atau dalam suatu acara, presenter (tetapi tidak host) adalah produser eksekutif biasanya terkenal dikreditkan dengan memperkenalkan. sebuah film atau pembuat film untuk audiens yang lebih besar. Padamedia penyiaran presenter adalah orang yang host, menceritakan, hadiah, atau mengambil peranutama dalam program ini.

2. Kameraman :

kameramen adalah operator profesional dari sebuah kamera film atau video. Dalam pembuatan film, juru kamera terkemuka biasanya disebut sineas, sementara seorang juru kamera dalamproduksi video mungkin dikenal sebagai operator kamera televisi, operator kamera video, atauvideografer, tergantung pada konteks dan teknologi yang terlibat, biasanya beroperasi kameravideo profesional.

Kameramen bertanggung jawab untuk mengoperasikan kamera secara fisik dan memeliharakomposisi dan sudut kamera seluruh adegan yang diberikan atau ditembak. Dalam pembuatan filmnaratif, operator kamera akan berkolaborasi dengan direktur, direktur fotografi, aktor dan kruuntuk membuat keputusan teknis dan kreatif. Dalam pengaturan ini, operator kamera adalahbagian dari kru film yang terdiri dari direktur fotografi dan satu atau lebih asisten kamera. Dalampembuatan film dokumenter dan berita, kamera sering dipanggil untuk film berlangsung.

3. Wartawan :

Wartawan atau jurnalis adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/ dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.

Monday, January 19, 2015

Jurnalistik : Mengenal dan memahami pengertian sinematografi dan penjelasannya

Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin kinema 'gambar'. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmuyang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita). Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage). Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi. A. Definisi Sinematografi Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin kinema 'gambar'. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita). Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi. B. Film sebagai Produk Sinematografi Film adalah gambar-hidup, juga sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering disebut sinema. Sinema itu sendiri bersumber dari kata kinematik atau gerak. Film juga sebenarnya merupakan lapisan-lapisan cairan selulosa, biasa di kenal di dunia para sineas sebagai seluloid. Pengertian secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grahp (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera. Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi. Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer). Definisi Film Menurut UU 8/1992, adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem Proyeksi mekanik, eletronik, dan/atau lainnya; Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografi film ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa. Pada generasi berikutnya fotografi bergeser padapenggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar. Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memanfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya. Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah film cerita dapat diproduksi tanpa menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada media yang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital. Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yang mengacu pada bahan ke istilah yang mengacu pada bentuk karya seniaudio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.Istilah film pada mulanya mengacu pada suatu media sejenis plastik yang dilapisi dengan zat peka cahaya. Media peka cahaya ini sering disebut selluloid. Dalam bidang fotografi film ini menjadi media yang dominan digunakan untuk menyimpan pantulan cahaya yang tertangkap lensa. Pada generasi berikutnya fotografi bergeser padapenggunaan media digital elektronik sebagai penyimpan gambar. Dalam bidang sinematografi perihal media penyimpan ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Berturut-turut dikenal media penyimpan selluloid (film), pita analog, dan yang terakhir media digital (pita, cakram, memori chip). Bertolak dari pengertian ini maka film pada awalnya adalah karya sinematografi yang memanfaatkan media selluloid sebagai penyimpannya. Sejalan dengan perkembangan media penyimpan dalam bidang sinematografi, maka pengertian film telah bergeser. Sebuah filmcerita dapat diproduksi tanpa menggunakan selluloid (media film). Bahkan saat ini sudah semakin sedikit film yang menggunakan media selluloid pada tahap pengambilan gambar. Pada tahap pasca produksi gambar yang telah diedit dari media analog maupun digital dapat disimpan pada media yang fleksibel. Hasil akhir karya sinematografi dapat disimpan Pada media selluloid, analog maupun digital.Perkembangan teknologi media penyimpan ini telah mengubah pengertian film dari istilah yang mengacu pada bahan ke istilah yeng mengacu pada bentuk karya seniaudio-visual. Singkatnya film kini diartikan sebagai suatu genre (cabang) seni yang menggunakan audio (suara) dan visual (gambar) sebagai medianya.

Sunday, January 18, 2015

Jurnalistik : Belajar menjadi Presenter TV dan Radio

        Sudah lama ane gak ngepost nih, setelah postingan terakhir ane tentang Pengertian Jurnalistik Mediacetak, Jurnalistik Radio, dan Jurnalistik Televisi, kali ini ane mau ngeshare tentang bagaimana menjadi seorang presenter. okeh langsung saja !!

       Dunia presenter adalah dunia penuh tantangan. Tidak sembarang orang bias menjadi presenter, baik televise maupun radio. Kebanyakan orang berfikir bahwa dunia presenter adalah dunia yang hanya bisa diraih oleh mereka-mereka yang berasal dari keluarga elite, anaknya artis, berpangkat tinggi dan lain sebagainya. Tetapi saya optimis bahwa mereka juga mampu meraih profesi tersebut jika memang yakin, berani, dan mau bekerja keras. Oleh karena itu, mulai sekarang, coba buang jauh-jauh pikiran yang selalu mengedepankan pesimisme diganti dengan keberanian yang membuncah. Asah dan kembangkan kemampuan-kemampuan yang sudah dimiliki tanpa perlu berfikir “apakah pantas atau tidak” Dalam buku “Cara Mudlah Menjadi Presenter TV dan Radio” karangan Hoyyima Khoiri mengisahkan kisah sukses seorang Oprah Gail Winfrey-seorang presenter kelas dunia, yang sangat terkenal sampai saat ini dan banyak kisah-kisah presenter lain dengan kesuksesannya.buku ini juga banyak melatih cara berfikir kita atau membimbing kita untuk menjadi seorang presenter yang baik. Dengan keyakinan dan kerja keras kita bisa meraih cita-cita yang kita impikan. Apakah anda mau bekerja keras untuk meraih mimpi menjadi seorang presenter ? seribu satu pintu terbentang di hadapan anda, tinggal bagaimana cara anda membukanya dengan kunci keberanian dan percaya diri. Itulah dua kunci untuk merain kesukssesan. Hoyyima Khoiri dengan bukunya yang berjudul Cara Mudlah Menjadi Presenter TV dan Radio, ingin mengenalkan kita dalam dunia presenter dan mengubah kita menjadi seorang yang berani dan percaya diri. Pertama, dalam mengenal dunia presenter. Ada dua macam dunia presenter yaitu presenter telivi dan presenter radio. Presenter biasanya menjadi citra dari suatu program distasiun televisi. Ada dua pandangan mengenai syarat seseorang dapat menjadi presenter berita. Sebagaian kalangan menyarankan agar pembawa berita haruslah juga reporter atau jurnalis, namun sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa keterampilan menjadi pembaca berita atau presenter adalah hal yang berbeda dengan menjadi reporter yang membuat liputan berita. Dengan begitu, tidak ada aturan khusus atau aturan pati mengenai syarat menjadi presenter. Apa syarat untuk seorang presenter yang baik? Seorang reporter dengan reputasi baik yang bekerja pada media cetak, bisa pula menjadi orang yang tepat untuk televisi. Kurang pengalamn di televisi tidak dengan sendirinya menjadi hambatan. Jika seseorang terbiasa berbicara dimuka umum atau memiliki kepribadian dan kepercayaan diri yang kuat, merekan mungkin akan sukses menjadi presenter televisi. Presenter radio atau penyiar radio adalah orang yang menyajikan materi siaran kepada pendengar secara tetap dan regular. Seseorang dapat menjadi penyiar radio melalui pertimbangan bahwa melalui kualitas suara yang sesuai dengan “tone yang diinginkan”, serta announcing skill. Yang dimaksud dengan announcing skill adalah meliputi:
1. Komunikasi gagasan (communication of idea)
2. Komunikasi kepribaidan (communication of personality)
3. Proyeksi kepribadian (projection ogf personality)
4. Pengucapan (pronounciation)
5. Control suara (voice control)
http://fahmygen.blogspot.com/2015/01/jurnalistik-belajar-menjadi-presenter.html

        Selain itu, menjadi seorang presenter radio diperlukan sifat atau karateristik sebagaimana berikut:
1. DJ As Sales Person Penyiar adalah sales person yang mampu mengemas seluruh komponen                 “barang dagangannya” yang berupalagu, iklan, dan informasi.
2. Memosisikan diri sebagai sahabat pendengar Prsesenter radio adalah seorang yang melakukan             pekerjaan menyajikan produk komersial, menyiarkan berita/ informasi, acting sebagai pembawa         acara atau pelawak, menhendel olahraga, pewawancara, diskusi, kuis, dan narasi.
3. Pendengar: orang kedua tunggal Penyiar menyapa pendengarnya harus akrab, dilandasi suasana           intim, sangat professional, direndahkan volumenya tetapi tetap memiliki power, sehingga terdengar     spereti bercakap-cakap dengan sahabatnya.
4. Personality lebih penting daripada suara yang bagus Bukan hanya karakteristik suara atau kemampuan vocal, tetapi juga karakteristik kepribadian bahwa menjadi seorang penyiar dituntut untuk lebih terbuka dan familiar dengan orang-orang.

        Selain itu penyiar juga harus hangat, bersahabat, berpengetahuan luas, serta kritis sehingga informasi yang diberikan bermutu dan dapat dipercaya. Selain empat point diatas, kita juga harus tahu fungsi sobstantif presenter radio, yaitu ketika seorang presenter bertugas melakukan kewajibannya menghadappi acara yang berbeda karakter dan cara penyajiannhya karens berbeda jenis tugasnya. 1. Sebagai continuity announcer (penyiar kesinambungan) Seorang penyiar kesinambungan bertugas menyambung acar satu ke acara lain dengan mulus. Lantaran tugasnya itulah, seorang penyiar radio harus mampu dan mahir mengolah kalimat, memiliki kata secara tepat, baik, dan benar. Anda juga harus tau fungsi subtantif presenter radio, antara lain: sebagai continuity announcer (penyiar kesinambungan), sebagai pembaca berita, sebagai reporter, sebagai narrator, sebagai interviewer, dan komentator. 2. Sebagai pembaca berita Bagi seorang penyiar berita, mengandalkan kekuatan vocal merupakan hal yang utama. Pertama, karena berita disusun oleh orang lain, dalam hal ini redaktur siaran berita, dengan demikian ia membacakan karya tulis hasil pemikiran orang lain.kedua, berita tidak didukung dengan visualisasi berita. 3. Sebagai reporter Tugas utama seorang reporter adalah melaporkan suatu kejadian atau peristiwa kepada pendengar secara objektif. Karena reporter radio dalam menghadapi audience-nya ditak didukung secara visual, ia harus mampu memberikan informasi lengkap, sehingga pendengar merasa seolah-olah berada di tengah-tengah kejadian atau peristiwa yang dilaporkan oleh reporter itu. Hal yang selalu diingat seorang reporter ialah dalam melakukan laporan kejadian kepada pendengar, ia harus senantiasa berpedoman pada 5W+1H :Where,When,Who,Why,Whrom,how (dimana, kapan, siapa, mengapa,kepada siapa,bagaimana). 4. Sebagai narrator Sebagai narrator (pembaca cerita) relative tidak sulit. Reporter hanya membacakan atau barangkali juga sekaligus menyusun naskahnya. Narasi adalah sebuah anskah yang memuat kalimat panjang atau esai yang menceritakan tentagn sesuatu. 5. Sebagai interviewer Tugas interviewer adalah menanyakan sesuatu untuk kepentingan pendengarnya. Itulah sebabnya sebelum memulai wawancara, ia perlu menjelaskan terlebih dahulu: dimana pewawancara berada, untukmaksud apa ia berada ditempat itu, dan bagaimana keadaan lokasi. Wawancara tidak boleh menyinggung martabat yang diwawancarai maupun orang lain. Etika bertanya haruslah selalu diperhatikan. Kedudukan pewawancara pada dasarnya sedejarat dengan yang diwawancarai. 6. Komentator Komentator adalah penyiar yang bertugas memberikan komentar atas sesuatu yang sudah, tengah, atau akan terjadi. Pada dasarnya seorang komentator akan menyampaikan pendapat pribadi atau kelompok yang ia wakili. Tetapi kemungkinan menonjolnya subjektivitas akan lebih tampak. Dalam member komentar terhadap sesuatu ia akan terikat pada etika pers yang berlaku. Wawancara tidak boleh menyinggung martabat yang diwawancarai maupun orang lain. Etika bertanya haruslah selalu diperhatikan, kedudukan pewawancara pada dasarnya sederajat dengan yang diwawancarai. Kedua, public speaking, merupakan langkah awal menjadi presenter. Public speaking adalah modal awal bagi siapapun yang ingin terjun ke dunia presenter, baik televisi meupun radio. Ada beberapa alasan mengapa anda membutuhkan PS:kata sama dengan mantra, modal utama untuk memasukin dunia entertainment, menunjang relasi interpersonal, kunci sukses berkomunikasi dengan siapa saja, dan membangun citra diri yang positif. Beberapa persiapan presenter : 1. persiapan mental 2. persiapan fisik 3. persiapan materi 4. pembukaan 5. penyampaian 6. penutup 7. elemen public speaking ketiga, kiat sukses menjadi presenter TV dan Radio yang Andal.ada beberapa tips untuk menjadi seorang presenter yang andal dan professional: 1. kenali diri, gali kemampuan yang terpendam 2. tentukan karakter agar mudah dikenal 3. jaga sikap agar anda disegani 4. mengatur waktu, mengendalikan rintangan 5. kembangkan jaringan, temukan keberuntungan dan ada juga tips jitu menjadi presenter radio : 1. selalu “cinta” mic 2. mempunyai wawasan yang luas 3. tahu pasti isi acara yang dibawakan 4. pahami gaya khas radio anda 5. mempunyai pergaulan yang luas 6. update tentang lagu-lagu 7. think out of the box 8. menjaga kualitas suara (vocal) 9. tetap semangat yang keempat, diberika juga teknik wawancara di televise dan radio. Ada beberapa langkah penting yang harus anda perhatikan untuk membuat wawancara anda berkualitas. • Wawancara televisi 1. Decide whom to interview 2. Persuade reluctant sources 3. Prepare to interviews 4. Know your purpose • Wawancara radio 1. Topic 2. Pertanyaan 3. Narasumber Yang terakhir ada stasiun televise dan Radio di Indonesia.jika anda betul-betul berminat menjadi presenter televisi dan radio, anda harus tahu juga stasiun televisi dan radio apa saja yang ada di negeri ini, baik yang sifatnya local maupun nasional. Didalam buku ini tepatnya pada bab terkahir dicantumkan banyak sekali nama-nama stasiun televisi dan radio dari beberapa daeran di seluruh Indonesia. Informasi ini sangat penting bagi anda yang berminat ingin menjadi seorangpresenter tv atau radio. Buku ini juga baik untuk dibaca karena dari judulnya sudah mnarik seperti mengajak kira belajar dan masuk kedalam dunia presenter. Didalamnya terdapat beberapa gambar atau foto berbagai presenter Indonesia yang cukup terkenal ddengan kisah-kisahnya. Dari cover buku ini juga sudah cukup menarik dengan synopsis di bagian belakang buku. Apalagi dalam kata pengantar buku ini diebrikan satu contah dari seorang Oprah dengan kisah suksesnya unutk menjdai seorang presenter kelas dunia.kita bisa belajar dari kisahnya yang pekerja keras dan berani itu.

Monday, April 14, 2014

PENGERTIAN JURNALISTIK MEDIA CETAK, JURNALISTIK RADIO, DAN JURNALISTIK TELEVISI



       Setelah sebelumnya saya telah membahas tentang Pengertian dan sejarah jurnalistik, sekarang saya akan membahas apa yang dimaksud dengan Jurnalistik media cetak, Jurnalistik radio, dan Jurnalistik televisi.

- Pertama kita akan membahas tentang Apasih Jurnalistik media Cetak ?

Jurnalistik media cetak adalah seperti ; koran, majalah dan lain2
Jurnalistik media cetak dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor verbal dan visual. Verbal, sangat menekankan pada kemampuan kita memilih dan menyusun kata rangkaian kalimat dan paragraf yang efektif dan komunikatif. Visual, menunjuk pada kemampuan kita dalam menata, menempatkan, mendesain tata letak atau hal-hal yang menyangkut segi perwajahan. Materi berita yang ingin kita sampaikan kepada pembaca memang merupakan hal sangat penting. Namun, bila berita tersebut tidak ditempatkan dengan baik, dampaknya akan kurang berarti. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh bagian desain visual, tata letak, atau perwajahan.
Dalam perspektif jurnalistik, setiap informasi yang disajikan kepada khalayak, bukan saja harus benar, jelas dan akurat melainkan juga harus menarik. Membangkitkan minat dan selera baca (surat kabar, majalah) selera dengar (radio siaran), dan selera menonton (televisi). Inilah antara lain yang membedakan karya jurnalistik dengan karya lainnya seperti karya ilmiah. Karya jurnalistik harus benar dan dikemas dalam bahasa dan penyajian yang menarik. Karya ilmiah, biasanya hanya benar tetapi kurang menarik.
Kehidupan media cetak ditentukan oleh “kondisi dimana ia hidup”, yakni: ”sistem politik, sistem kekuasaan, serta kultur kekuasaan.” Jadi setiap perubahan sistem politik, sistem pers juga akan berubah sesuai yang dikehendaki kekuasaan. Selain mengikuti waktu periodik terbitnya setiap pagi atau petang, sebagai harian, mingguan, atau bulanan, dan sesekali menerbitkan edisi khusus, perwajahan Koran pun ikut mengadakan perubahan. Misalnya kompas, di pertengahan 2005 mengadakan perubahan ukuran, kolom, gambar, foto, serta tata letak dan tata wajah, juga dalam bahasa penyajian dan gaya pelaporannya.
Begitu pula dengan tampilan majalah. Sejak reformasi bergulir di Indonesia, banyak majalah bermunculan. Mereka mengejar kebutuhan masyarakat akan berbagai informasi, dari yang ringan sampai yang berat. Di berbagai majalah berita, misalnya, para wartawannya bukan sekedar melaporkan peristiwa publik tapi juga mengejar berbagai informasi yang tersembunyi. Para wartawan dikirim meliput ke berbagai institusi publik, perusahaan komersial, atau pemerintahan.

-Jurnalistik Radio

Pengertian Jurnalistik Radio adalah gabungan dari pengertian jurnalistik dan radio. Jurnalistik adalah teknik atau proses pengumpulan (collecting), penulisan (writing), penyuntingan (editing), dan penyebarluasan (publishing) berita melalui media massa.
Radio adalah salah satu jenis media massa, yaitu sarana komunikasi atau penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik, massa).
Pengertian Jurnalistik Radio
Dengan demikian, jurnalistik radio adalah teknik atau proses pengumpulan (collecting), penulisan (writing), penyuntingan (editing), dan penyebarluasan (publishing) berita melalui media radio siaran.
Jurnalistik radio (Radio Journalism, Broadcast Journalism) memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jurnalistik cetak, jurnalistik televisi, dan jurnalistik online.
Karakteristik jurnalistik radio yang utama adalah auditif, auditory, atau “untuk didengarkan” (for eyes only). Dengan demikian, karya jurnalistik radio itu berupa suara (sound), yakni suara penyiar, reporter, dan narasumber berita.
Karena berupa suara, maka berita yang ditulis oleh wartawan radio pun untuk “disuarakan” atau “diceritakan” (story telling). Konsekuensinya, naskah berita radio (radio news script, radio copy) harus ditulis dengan menggunakan bahasa tutur atau bahasa lisan, yaitu bahasa yang biasa digunakan dalam percakapan (obrolan) sehari-hari (conversational style).
Sebagai contoh, dalam bahasa tutur tidak dikenal istilah “dalam kurung” dan “garis miring”. Maka, naskah berita radio pun harus menghindari tanda kurung dan tanda garis miring yang dalam bahasa tulis artinya “atau”.
Karena berupa suara pula, maka wartawan radio –lebih dikenal dengan sebutan “reporter radio”– mesti memiliki suara bagus, minimal suara standar, layaknya penyiar radio, karena ia tidak hanya harus menulis naskah berita, tapi juga harus “bersuara” saat melakukan laporan langsung (live report).


- Jurnalistik Televisi

Jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi berupa berita, feature, advertising, dan opini melalui media massa kepada khalayak banyak. Televisi adalah salah satu media massa/komunikasi berupa suara dan gambar.
Televisi merupakan hasil produk teknologi tinggi yang menyampaikan isi pesan dalam bentuk audiovisual gerak kepada khalayak. Jadi jurnalistik televisi merupakan perpaduan media komunikasi gambar (visual) dan suara (audio). Karena medium komunikasinya adalah gambar dan suara, dengan sendirinya terdapat perbedaan yang cukup tajam antara jurnalistik media cetak (print media) dan jurnalistik media radio (audio).
Hal yang meupakan karakteristik dari sebuah televisi adalah News Productionnya yan harus mengunakan bahasa tutur, bahasa gambar, melukiskan tentang gambar dan atau melaporkan tentang gambar. Tentu saja penggunaan bahasa tutur ini sangat banyak implikasinya, terutama karena harus benar-benar sinkron antar gambar dan kata-kata dan atau kalimat.
Jurnalistik televisi ini merupakan kegiatan pengolahan dan penyiaran berita yang dilakukan melalui media televisi. Wartawannya juga tidak semata disebut sebagai jurnalis, mereka adalah broadcaster. Ada produser, peliput lapangan, ada juru kamera, ada editor gambar, da nada news anchor (penyaji berita).
Dalam kajian jurnalistik televisi sudah pasti harus ada komitmen eye contact (kontak mata), antara reporter dan anchor (penyaji berita) dengan penonton. Jika diamati, dengan adanya kontak mata, maka proses komunikasi yang terjadi saat penyiaran akan lancar dan berhasil.
Berita televisi haruslah menarik, akurat, harus punya kapabilitasuntuk memberikan kesaksian tentang informasi ang diberikan, semua narasumber harus digali informasinya secara seimbang, penulis harus sesuai dengan informasi yang di dapat dari realitas, fakta, dan narasumber.
Namun semakin berkembangnya zaman, maka semakin berkembang juga teknologi. Lahirnya budaya televisi (audiovisual) mampu menggeser budaya media cetak. Media televisi membuat khalayak menjadi berkurangnya minat membaca. Karena televisi selalu menghadirkan berita sensasional yang dapat memikat daya tarik khalayak.